RENSING BAT – Suasana religius menyelimuti Desa Rensing Bat pada Senin malam, 2 Februari 2026. Ribuan warga tumpah ruah membanjiri tempat ibadah untuk memperingati malam Nisfu Sya’ban, sebuah tradisi tahunan yang menjadi momentum sakral bagi masyarakat setempat dalam menyambut kedatangan Bulan Suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
Peringatan tahun ini terasa sangat istimewa dengan antusiasme masyarakat yang luar biasa di lima titik pusat kegiatan yang tersebar di berbagai dusun.
Pelaksanaan ibadah malam Nisfu Sya’ban yang meliputi pembacaan Surah Yasin sebanyak tiga kali, doa bersama, dan zikir massal terpantau khidmat di lokasi-lokasi tersebut.
Masjid Jami’ Nurul Islam (Dusun Rensing Bat), Sebagai pusat desa, masjid ini dipenuhi jamaah hingga ke pelataran.
Mushalla Nurul Qalbi (Dusun Tibu Jae), Kekompakan warga terlihat jelas dengan kehadiran tokoh agama dan pemuda yang bersatu dalam doa.
Mushalla Nurul Ishlah (Dayen Kubur, Dusun Lepok), Suasana khusyuk menyelimuti lokasi ini, di mana warga berkumpul sejak waktu Maghrib.
Mushalla Miftahul Jannah (Dusun Timuk Rurung), Antrean jamaah nampak memadati ruang utama untuk mengikuti prosesi ibadah bersama.
Mushalla Darussalam (Dusun Tembok Gading), Semangat silaturahmi antarwarga menguat seiring dengan lantunan doa-doa kebaikan.
Bagi warga Desa Rensing Bat, Nisfu Sya’ban bukan sekadar rutinitas kalender Hijriah. Tradisi ini dianggap sebagai waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan memohon keberkahan agar diberikan kesehatan serta kekuatan untuk menjalankan ibadah puasa mendatang.
“Melihat antusiasme warga yang membanjiri masjid dan mushalla malam ini adalah bukti bahwa nilai-nilai religiusitas di desa kita masih sangat kental. Ini adalah modal spiritual kita menuju Ramadhan,” ujar salah satu warga setempat.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan desa dan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan di kelima lokasi tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.



