RENSING BAT – Memasuki pertengahan tahun 2026, geliat aktivitas pertanian di Desa Rensing Bat, Kecamatan Sakra Barat, kembali meningkat. Sejak akhir Mei hingga awal Juni ini, para petani setempat terpantau sudah mulai turun ke sawah untuk memulai musim tanam tembakau.
Berdasarkan hasil peninjauan langsung tim media desa ke beberapa wilayah dusun, suasana produktivitas begitu terasa. Para petani tampak sibuk mengolah lahan, menata bedengan, dan menanam bibit-bibit tembakau muda di bawah terik matahari.
Untuk musim tanam tahun ini, mayoritas petani di Desa Rensing Bat masih mengandalkan jenis Tembakau Virginia. Varietas ini memang menjadi primadona dan komoditas utama yang dinilai paling cocok dengan karakteristik lahan serta iklim di wilayah Sakra Barat.
Jika seluruh proses penanaman dan perawatan berjalan lancar, estimasi panen raya akan jatuh pada kuartal ketiga tahun ini. Daun-daun tembakau Virginia tersebut nantinya akan memasuki proses pengeringan menggunakan oven pengering yang diprediksi mulai beroperasi sekitar pertengahan Agustus mendatang.
Bagi masyarakat Rensing Bat, musim tanam tembakau bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan tumpuan hidup utama untuk memutar roda ekonomi keluarga. Besar kecilnya hasil panen tahun ini akan sangat menentukan kesejahteraan mereka ke depan.
Salah seorang petani setempat mengungkapkan isi hati dan harapannya yang besar pada musim tanam kali ini.
“Harapan kami sepenuhnya ada pada tanaman tembakau ini. Kami sangat berharap tahun ini cuaca mendukung agar kualitas tembakau kami baik, dan yang tidak kalah penting, harga jualnya nanti juga bagus,” ujarnya saat ditemui di sela-sela aktivitas menanam.
Ia juga menambahkan bahwa hasil yang layak sangat dibutuhkan untuk menutup modal awal yang tidak sedikit.
“Minimal bisa menutupi semua biaya produksi dan biaya kebutuhan lainnya. Tentu harapan besarnya, masih ada sisa atau keuntungan dari pembayaran itu untuk tabungan dan keperluan keluarga sehari-hari,” pungkasnya.
Kini, doa dan kerja keras mengiringi setiap bibit yang tertanam di tanah Rensing Bat. Masyarakat berharap pihak-pihak terkait, termasuk pemangku kebijakan dan jaminan pasar, dapat ikut menjaga stabilitas harga demi kesejahteraan para petani di Sakra Barat.



