RENSING BAT – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan kekuatannya di wilayah Desa Rensing Bat. Pada Jumat siang (23/01/2026), sebuah insiden memilukan menimpa warga Dusun Lepok setelah angin kencang menerjang pemukiman dan menyebabkan kerusakan materi yang signifikan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WITA, tepat saat sebagian besar warga pria tengah bersiap atau berada di masjid untuk menunaikan ibadah shalat Jumat. Di tengah kesunyian suasana desa, angin dengan intensitas tinggi tiba-tiba menghantam rumah milik Herman Riadi.
Bangunan setengah permanen bertembok batako tersebut tak kuasa menahan tekanan udara yang luar biasa. Akibatnya, seluruh atap rumah yang berbahan spandek terlepas dari rangkanya dan terbang terbawa angin.
Beruntung, musibah ini tidak memakan korban jiwa. Saat kejadian, Herman dan anggota keluarganya sedang berada di luar rumah, sehingga mereka selamat dari reruntuhan material atap yang beterbangan.
Kejadian di Dusun Lepok menjadi alarm keras bagi seluruh warga desa. Fenomena angin kencang ini nyatanya tidak hanya mengincar atap rumah, tetapi juga mengancam area terbuka seperti persawahan.
Banyak pohon di pinggir lahan pertanian yang tumbang akibat tak kuat menahan beban angin, yang kemudian menimpa tanaman petani. Hal ini tentu menambah beban kerugian bagi warga yang menggantungkan hidupnya dari hasil bumi.
Mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih akan bertahan dalam beberapa hari ke depan, warga dihimbau untuk tidak berada di dekat pohon besar atau bangunan dengan struktur atap yang ringan. Segera melaporkan jika ada pohon yang mulai miring atau atap yang mulai goyah agar bisa dilakukan tindakan pencegahan. Memastikan pengait atau paku atap rumah terpasang dengan kuat.



