rensingbat.desa.id – Masyarakat Desa Rensing Bat peringati Isro’ Mi’raj tahun 1445 H. / 2024 M. yang bertempat di masjid Jami’ Nurul Islam Rensing Bat hari ini Rabu, 07/02/2024.

Hadir sebagai penceramah empat orang Tuan guru yakni TGH.M. Yusuf Makmun, TGH. Ahmad Zuhdi, TGH. Zainuddin Badrun dan TGH. Muh. Wirajaya, Lc, M.Sos serta Kepala desa Rensing Bat, pengurus masjid dan ratusan masyarakat desa Rensing bat.

Peringatan Isro’ mi’raj menjadi satu tradisi bagi masyarakat Rensing Bat sejak puluhan tahun silam, Peringatan ini menjadi ajang silaturrahim antar masyarakat tua, muda dan anak-anak

Peringatan yang digelar pada siang hari tersebut di isi dengan pengajian yang disampaikan secara bergantian oleh Para tuan guru  tentang hikmah Isro’ mi’raj.

Isro’ artinya adalah perjalanan di malam hari. Secara istilah, Isro’ adalah perjalanan Rasulullah SAW pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Peristiwa ini disebutkan oleh Allah SWT di dalam Al Qur’an yang artinya, Maha Suci Allah, yang telah mempertahankan hambaNya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Fakta yang terkandung dalam sejarah singkat Isra Mi’raj dalam Hadits dalam Islam adalah sejarah yang penting untuk diketahui oleh umat Islam. Banyak sekali hikmah yang didapat dalam peristiwa dan sejarah Isra Mi’raj.

Kejadian yang berlangsung pada 27 Rajab di tahun kedelapan kenabian ini merupakan peristiwa perjalanan suci Nabi Muhammad SAW. Dilakukan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Palestina, hingga naik ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh dalam satu malam.

Hal ini juga merupakan sebuah peristiwa yang amat dahsyat karena tidak pernah dialami oleh manusia-manusia sebelumnya. Rasulullah SAW menempuh perjalanan secepat kilat lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha.

Peristiwa isra’ mi’raj adalah peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu yang merupakan suatu bentuk ibadah yang begitu penting di dalam kehidupan seseorang hamba Allah SWT, Kewajiban solat diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW sewaktu bertemu Allah pada malam Mi’raj tanpa perantaraan malaikat Jibril.