rensingbat.desa.id – Petani Rensing Bat keluhkan kurangnya tenaga upah panen padi ketika waktu panen padi tiba. Kekurangan buruh upah ini sudah sering terjadi membuat sebagian besar petani membawa buruh upah dari luar desa untuk menyegerakan pemanenan padi di sawah mereka.

Buruh panen / buruh upah yang ada di desa tidak mampu memenuhi kebutuhan seluruh petani, Kurangnya buruh tani berdampak ke hasil panen para petani jika padi yang ada di sawah rusak karena terlalu sering terkena hujan.

Padi sawah yang siap dipanen hampir tersebar di semua dusun di wilayah desa Rensing Bat, Petani berharap padi sawah mereka bisa dipanen tepat waktu.

Keterlambatan panen akan membuat padi-padi kami rusak, lebih lebih jika padi sawah kami sering kena hujan yang membuat batangnya rusak dan rebah, Cerita Alimudin salah seorang petani dari dusun Lepok kepada media desa.

Hal senada yang di keluhkan Badarudin, Petani dari dusun Timuk Rurung, Padi sawah sudah mulai menguning dimana mana, Ramadhan akan segera tiba, sudah sa’atnya petani di desa Rensing Bat memanen hasil jerih payahnya selama hampir 3 bulan perjuangannya. Jika terlambat akan berdampak pada kurangnya hasil panen.

Penyebab seringnya terjadi kekurangan buruh panen kata Badar, karena penanaman padi secara serentak sebelum ini menjadi salah satu penyebab kita di desa mengalami kekurangan tenaga upah dan banyak petani yang terpaksa memanen padi mereka sendiri bersama anggota keluarganya, mereka takut jika terlambat memanen maka akan berakibat pada rusaknya batang dan bulir padi yang bisa saja tumbuh karena tidak ada kekuatan lagi pada batangnya.

Selanjutnya kata dia, penyebab berkurangnya tenaga upah juga dikarenakan banyaknya warga desa yang merantau keluar negeri dan luar daerah. Sehingga tenaga upah yang dulunya sering digunakan oleh para petani tidak bisa lagi membantu para petani dalam memenuhi kebutuhan tenaga upah yang selalu dikeluhkan.